Tampilkan postingan dengan label ungkapan cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ungkapan cinta. Tampilkan semua postingan

26 Jul 2017

Jarak




Jarak. Kalau dipikir-pikir dalam sebuah hubungan jarak tak selalu berarti negatif. Terkadang kita butuh jarak untuk menumbuhkan rasa-rasa yang tersembunyi saat kita terlalu sering bersama. Bagaimana rindu akan tumbuh jika tiap saat kita bertemu. Seperti kata orang, kita seringkali baru sadar sesuatu itu berarti saat kita sudah kehilangan.

Jarak juga bisa menjadi tabir akan keburukan seseorang. Intensitas pertemuan yang rendah memungkinkan seseorang untuk hanya melihat hal-hal baik pada orang lain. Sebab, hal-hal buruk seringkali baru tampak saat kita berinteraksi dengan seseorang dalam waktu lama. Saya merasakannya sendiri. Ada beberapa orang yang kurang klop dengan saya saat kami berada di instansi yang sama. Banyak sekali hal-hal yang tidak saya sukai darinya. Bisa jadi ini karena hati saya yang kotor. Sehingga cederung memandang negatif seseorang. Tapi intinya ada saja yang membuat kami bercekcok dan berujung pada ketidakharmonisan hubungan kami. Hingga akhirnya suatu saat saya harus keluar dari instansi tersebut. Lama tak berjumpa membuat saya sedikit demi sedikit melupakan hal-hal yang saya pandang negatif tentangnya. Mungkin begitu juga dengannya. Sehingga saat kami kemudian terlibat komunikasi lewat media sosial, kami cenderung bersahabat.

6 Jun 2017

Izinkan Aku Baper




Izinkan aku baper...
Untuk suatu malam yang mendekap hangat ikatan ukhuwah
Bersama kalian aku tak selalu tertawa
Tapi adanya kalian adalah alasanku untuk bahagia
Aku suka, bahkan mulai rindu dengan konflik-konflik kecil kita
Saat kesal bahkan tak mampu menyurutkan rasa sayang
Saat marah bahkan tak kuasa memicu kata pisah
Sebab yang menyatu adalah hati, yang diikat dengan tali suci tak kasat mata
Sebuah jalinan yang dipilin oleh waktu
Dieratkan dengan kepercayaan dan kepedulian yang berpadu
Andai kelak dunia membuat kita terpisah
Semoga hati tetap membisik doa
Untukmu, untuk kalian para saudara
Mari berjanji bertemu di surga

Senin, 5 Juni 2017

16 Mei 2017

Tentang Ukhuwah



Kutitipkan salam pada rindu yang diam-diam merayap
Rindu yang tak pernah terucap, tak pernah tersampaikan
Kutitipkan salam pada lirih doa di kesunyian
Doa yang kuharap menyentuh langit, memantul pada hati yang dikasih
Sebab caraku berukhuwah tak berlisan
Caraku mengasihi tak harus menuai kasih
Pada diam, pada sunyi... kubisikkan namamu pada Rabbku...

Persahabatan, persaudaraan, entah bagaimana bisa menjadi perasaan yang begitu emosional. Saya ingat seorang teman yang cerita kalau dia pernah menangis karena merasa kakak yang selama ini perhatian padanya jadi lebih perhatian ke orang lain. Menjadi biasa jika ini adalah kakak kandungnya, tapi ini kakak ketemu gede. Seseorang yang lebih tua, akrab, lalu dianggap kakak. Sering juga dulu waktu di pesantren denger konflik kakak adek dari anak-anak yang tinggal di pondok. Lagi-lagi ini kakak adek ketemu gede. Saya nggak habis pikir bagaimana bisa seseorang cemburu kepada orang yang dianggap kakak/adek itu. Sedalam apa sebenarnya perasaan yang tumbuh diantara mereka.

9 Feb 2017

Surat untuk Ibu, Bapak...







9 Februari 2017

Assalamuálaikum wr. wb.

Ibu.. Bapak.. hari ini izinkan putrimu menuliskan sebuah surat. Surat yang ditulis di tengah hiruk pikuk aktifitas kampus yang penuh aura ilmu. Putrimu ini tengah menyendiri. Di sebuah ruang tertutup tempat mahasiswa berdiskusi. Ruang ini sering kosong. Dan itu yang aku cari, duduk dalam sepi, tenggelam berkutat dengan tugas dan hobi. Sebuah kursi putar menemani. Terkadang sekelebat angan menghampiri. Tentang sebuah masa di ruang pribadi. Aku selalu ingat mimpi ibu. Melihatku berangkat kerja dengan seragam rapi, menaiki motor metic hasil keringat sendiri. Ah ibu... sesederhana itu mimpimu. Semoga aku mampu mengabulkannya suatu saat.

Ibu.. bapak.. salah satu hal terbaik yang Allah berikan kepadaku adalah terlahir sebagai putri kalian. Sepasang orang tua yang hebat dengan ketidakhebatannya. Jika aku harus menilai kebahagiaan dengan harta, maka seharusnya aku mengutuk terlahir dari seorang bapak pekerja serabutan dan ibu yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Tapi nyatanya kehidupan sederhana tak pernah menyurutkan senyum di bibirku. Justru itulah kekuatanku, kebangganku.

17 Jan 2017

Di Ujung Jumpa


Jika kau kenal aku sebagai sosok yang tak pandai berkata manis maka kau benar
Sebab aku selalu merinding saat mengatakan hal-hal yang bersifat melankolis
Jangankan berucap tentang kasih sayang, hanya untuk menyatakan rindu saja aku enggan
Tapi tak berkata bukan berarti tak merasa
Aku meyakini bahwa semakin dalam suatu rasa, maka semakin sulit ia dikata
Andai saja tak ada takut akan berpisah, kan kusimpan rapat semua rasa
Biarkan semua menjadi rahasia, cukup kusebut dalam doa
Tapi kita berada diujung jumpa, maka biarkan aku memberi alasan untuk dijaga
Kawan, aku tak pernah serius membuatmu kesal, aku hanya senang melihat wajah cemberutmu
Jika aku menjatuhkanmu dalam canda, maka itulah cara bodohku memujimu
Jika aku bersikap acuh, maka itu gengsiku yang menutupi rindu
Ketika kau bersedih, dan aku justru menggodamu, itulah caraku menghiburmu
Jika aku marah padamu, maka sungguh kemarahan itu hanya sejengkal
Kawan, di simpang jalan ini... aku tak tau apa kita akan berjumpa

Maka izinkan aku mengucap kata... uhibbukum fillah...

9 Nov 2016



Lihat, lihat senyum ceria itu... seakan tidak ada beban. Seakan bukan berarti benar-benar tidak ada beban kan. Yah, karena setiap orang selalu punya pilihan bagaimana menghadapi kesulitan hidup yang dipikulnya. Mau frustasi sampai gak bisa ngapa-ngapain atau kalem-kalem saja dengan tetap berusaha menyelesaikan masalahnya.

Perkenalan dulu, itu.. kumpulan manusia berjaket merah yang terdiri dari 9 laki-laki dan 9 perempuan adalah Badan Pengurus Harian salah satu organisasi yang tengah saya geluti. Mereka, sejauh yang saya kenal, memang tergolong orang-orang ceria meski ada juga yang menyimpan jiwa melankolis, introvert, pendiam nan kalem dan beberapa sifat aksesoris lainnya. Jadi, wajar sekali jika ekspresi bahagia semacam itu tetap muncul meski disela kesibukan dan amanah yang luar biasa.

8 Feb 2016

Ketika Hati Mengucap Syukur


Manusia, begitu mudah mereka menghakimi diri sendiri sebagai orang yang malang, tidak beruntung, menderita. Yah, karena hal negatif memang lebih mudah terlihat daripada hal-hal positif. Sedikit sakit lebih terasa dibanding kesehatan yang melimpah. Sedikit kegagalan lebih menghantui dibanding banyaknya keberhasilan.

Pagi menjelang siang, aku duduk di kamar kos, sendiri, menatap langit cerah berawan melalui jendela kaca. Bete, hari ini hari libur dan aku tidak punya rencana liburan apapun. Teman sekos pergi. Maka tinggallah aku dipenjara dinding-dinding kamar kos. Beberapa menit mencoba membuka-buka diktat kuliah, but I dont have any mood to read those strange syimbols. Akhirnya aku memilih berkutat dengan tab di tangan. Menyapa beberapa orang di grup WA, hingga aku mengingat seseorang. Salah satu sahabat, bisa dibilang kakak, yang dulu sering menghabiskan waktu bersama semasa S1.

14 Okt 2015

Surat Cinta untuk Papeda

 
My Sunshine, Papeda...
Hari ini aku termenung, terpenjara dalam rindu ingin bertemu
Bila kusibak kembali tirai memori, kusadari kalian sungguh berarti

Tiga bulan lebih menemani pagi, siang, dan malamku
Menggangguku dengan obrolan mayamu
Kadang aku merasa asing, kadang aku merasa kalian tak cukup penting

28 Okt 2012

Penantian Purnama

Seperti purnama yang menemani malam
Anggun menyibak tirai kelam
Duduk menunggu dengan senyum tertahan
Hanya beberapa malam
Hingga bumi menelannya dalam kegelapan
Lalu iapun kembali merangkak
Memutar, mencari setengah dari jiwanya

13 Mar 2012

Lembayung ITS, Naungan Kasih Persaudaraan

Lembayung Bali oleh Saras Dewi, lagu ini lembut sekali. Dinyanyikan seseorang yang mengenang masa sedih dan bahagia bersama sahabat-sahabatnya. Mengambil latar pulau Bali sebagai musium kenangan. Di penghujung waktu menuju pengabdian, di ujung kontribusi kampus perjuangan aku ingin mempersembahkan lagu ini untuk kawan-kawan yang pernah menorehkan kenangan indah dalam hidupku. Terkhusus untuk sahabat di kampus perjuangan, terima kasih telah menjadi sumber semangat, inspirasi dan motivasi dalam hidupku. Uhibbukum fillah,,,

9 Jul 2011

Pejuang Ramadhan

Ini lagu yg aku dedikasikan buat para pejuang Ramadhan, especially my lovely RIMBA,,,

Berjalan dalam celah kekosongan
Memulai tanpa tahu tujuan
Bersama mereka, yang tak kenal kata lelah
Melukis jejak sejarah dakwah

Satu tekad, tegakkan panji Islam
Dalam bingkai RamadhanNya
Mengharapkan RidhoNya

Merangkul umat muslim semuanya
Berbagi berkah ibadah
Demi menggapai fitrah

 
Bukan fisik yang menyokong berdiri
Tapi ukhuwah yang suci
Dasar cinta dan peduli

Ya Rabbi trima pengabdian kami
Insan-insan yang berbakti
KepadaMu Ilahi

RamadhanMu akan selamanya indah
Raih berkah menuju fitrah

4 Jul 2011

Tetes Kasih

Berapa kali harus aku katakan tidak,
Mengingkari rindu yang tertahan,
Menimbun dalam bayangannya,
Meyakinkan diri bahwa rasa ini bukan cinta,

Menyayanginya karena ia istimewa,
Akankah ia dibilang cinta?
Tersenyum riang melihat wajahnya,
Akankah ia dibilang cinta?
Menginginkan diri mendampinginya,
Akankah ia dibilang cinta?

Rabbi,,, terlalu lemah hambaMu diperbudak nafsu,
Jika aku menyayanginya karena fisik yang sempurna,
 Maka jauhkan ia dariku,
Jika kasih ini karena kelebihan akalnya,
Maka jangan biarkan aku memilikinya,
Tapi jika sayangku karena akhlaq dan aqidahnya,
Maka izinkan aku mendampingi perjuangannya.

Hingga detik ini Ya Rabb,,,
Kuikhlaskan dia memilih yang lain,
Karena perhitunganku menempatkan ia begitu jauh di atas
Namun jika Engkau berkehendak membuka celah yang harus kuisi,
Kirimkan dia untuk memintaku,

Dalam penantian Mu’min sejati,,,
“Leleh airmataku mengikhlaskan cinta selainMu Ya Rabb,,, karena hamba ingin menempatkanMu di cinta tertinggiku. Jangan biarkan hatiku terkotori oleh cinta nafsu. Sungguh, hamba pasrahkan semua padaMu, karena Engkaulah Yang Maha Tahu. Kirimkan hambaMu yang sholeh untuk melengkapkan dienku, yang akan mencintaiku karena cintanya kepadaMu, yang akan kutautkan baktiku padanya sesuai perintahMu. Amiin,,,”

26 Apr 2011

Aku Rindu

Sunyi,,,
Dalam sendiri aku merindu,
Rindu tiap detik bersamamu,
Meniti jalan terjal dengan satu tujuan

Rindu ucapmu,
Tatkala kita tak melangkah sejalan,
Rindu kesal tertahan karena perbedaan

Rindu sapa manismu,
Kata-kata penyejuk qolbu,
Membakar semangatku,
Mengembunkan bola mataku,

Rindu kalian sahabat,,
Yang pernah membuatku marah dan kecewa
Rindu kalian yang mengalirkan peluh dan air mata
Rindu senyum kecut yang kupaksakan,
Rindu tawa lirih diseberang sana,

Aku rindu sahabat,
Pada sikap usil yang mengukir senyum simpul,
Rindu perdebatan panjang yang melelahkan,
Rindu masa bersama dengan canda,

Aku rindu sahabat,
Pada ulur tanganmu yang datang tanpa diminta,
Rindu sikap malu-malu,
Rindu kebijaksanaanmu,

Aku benar-benar rindu,
Rindu kasih yang kau ucap lewat tindakan,
Perhatian lewat teguran,
Dan cinta dalam kehormatan,

Sahabat,,,
Andai boleh kuucap rindu,
Aku ingin kalian bersatu
Agar tak ada lagi sesak,
Yang membuatku tak mampu berkata-kata,,,

24 Apr 2011

Memahami Cinta

"Kata" begitu luas mendefinisikan cinta. Memaparkannya lewat bahasa indah. Memujinya dengan berbunga-bunga. Mengisahkannya dalam cerita sendu mempesona. Namun aku tak kunjung memahami makna cinta.

"Sikap" begitu jelas mengekspresikan cinta, lewat perhatian tulus dan setia. Mengalir lembut dalam senyum dan sapa hangat. Mengisi hari dalam kebersamaan penuh kasih. Tapi aku tetap bingung apa itu cinta.

Hingga aku memutuskan berjalan denganmu. Tertatih menyusuri jalan dakwah. Tak butuh waktu lama, dan akupun mengerti bahwa aku sedang jatuh cinta.

Luph you coz Allah, saudaraku,,,