Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

6 Jun 2017

Izinkan Aku Baper




Izinkan aku baper...
Untuk suatu malam yang mendekap hangat ikatan ukhuwah
Bersama kalian aku tak selalu tertawa
Tapi adanya kalian adalah alasanku untuk bahagia
Aku suka, bahkan mulai rindu dengan konflik-konflik kecil kita
Saat kesal bahkan tak mampu menyurutkan rasa sayang
Saat marah bahkan tak kuasa memicu kata pisah
Sebab yang menyatu adalah hati, yang diikat dengan tali suci tak kasat mata
Sebuah jalinan yang dipilin oleh waktu
Dieratkan dengan kepercayaan dan kepedulian yang berpadu
Andai kelak dunia membuat kita terpisah
Semoga hati tetap membisik doa
Untukmu, untuk kalian para saudara
Mari berjanji bertemu di surga

Senin, 5 Juni 2017

9 Feb 2017

Surat untuk Ibu, Bapak...







9 Februari 2017

Assalamuálaikum wr. wb.

Ibu.. Bapak.. hari ini izinkan putrimu menuliskan sebuah surat. Surat yang ditulis di tengah hiruk pikuk aktifitas kampus yang penuh aura ilmu. Putrimu ini tengah menyendiri. Di sebuah ruang tertutup tempat mahasiswa berdiskusi. Ruang ini sering kosong. Dan itu yang aku cari, duduk dalam sepi, tenggelam berkutat dengan tugas dan hobi. Sebuah kursi putar menemani. Terkadang sekelebat angan menghampiri. Tentang sebuah masa di ruang pribadi. Aku selalu ingat mimpi ibu. Melihatku berangkat kerja dengan seragam rapi, menaiki motor metic hasil keringat sendiri. Ah ibu... sesederhana itu mimpimu. Semoga aku mampu mengabulkannya suatu saat.

Ibu.. bapak.. salah satu hal terbaik yang Allah berikan kepadaku adalah terlahir sebagai putri kalian. Sepasang orang tua yang hebat dengan ketidakhebatannya. Jika aku harus menilai kebahagiaan dengan harta, maka seharusnya aku mengutuk terlahir dari seorang bapak pekerja serabutan dan ibu yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Tapi nyatanya kehidupan sederhana tak pernah menyurutkan senyum di bibirku. Justru itulah kekuatanku, kebangganku.

17 Jan 2017

Di Ujung Jumpa


Jika kau kenal aku sebagai sosok yang tak pandai berkata manis maka kau benar
Sebab aku selalu merinding saat mengatakan hal-hal yang bersifat melankolis
Jangankan berucap tentang kasih sayang, hanya untuk menyatakan rindu saja aku enggan
Tapi tak berkata bukan berarti tak merasa
Aku meyakini bahwa semakin dalam suatu rasa, maka semakin sulit ia dikata
Andai saja tak ada takut akan berpisah, kan kusimpan rapat semua rasa
Biarkan semua menjadi rahasia, cukup kusebut dalam doa
Tapi kita berada diujung jumpa, maka biarkan aku memberi alasan untuk dijaga
Kawan, aku tak pernah serius membuatmu kesal, aku hanya senang melihat wajah cemberutmu
Jika aku menjatuhkanmu dalam canda, maka itulah cara bodohku memujimu
Jika aku bersikap acuh, maka itu gengsiku yang menutupi rindu
Ketika kau bersedih, dan aku justru menggodamu, itulah caraku menghiburmu
Jika aku marah padamu, maka sungguh kemarahan itu hanya sejengkal
Kawan, di simpang jalan ini... aku tak tau apa kita akan berjumpa

Maka izinkan aku mengucap kata... uhibbukum fillah...

14 Okt 2015

Surat Cinta untuk Papeda

 
My Sunshine, Papeda...
Hari ini aku termenung, terpenjara dalam rindu ingin bertemu
Bila kusibak kembali tirai memori, kusadari kalian sungguh berarti

Tiga bulan lebih menemani pagi, siang, dan malamku
Menggangguku dengan obrolan mayamu
Kadang aku merasa asing, kadang aku merasa kalian tak cukup penting

12 Jan 2014

Saat kucoba mengelilingi deret waktu
Tak kusangka cinta membawamu
Datang kemari dalam dimensi ruangku
Mengisi kekosongan dalam sebentuk garis yang baru

Kusadari
Semua tak semudah logika
Tak terperinci dalam berbagai teorema
Bahkan dengan kata-kata

Rasa itu tak terhingga
Dari sebuah titik kita bertemu
Cintaku tidak ada ujungnya
Bagaikan sebuah lingkaran

Saat cinta mulai menggapai asa
Ada cinta di matematika

By : Devina

28 Okt 2012

Penantian Purnama

Seperti purnama yang menemani malam
Anggun menyibak tirai kelam
Duduk menunggu dengan senyum tertahan
Hanya beberapa malam
Hingga bumi menelannya dalam kegelapan
Lalu iapun kembali merangkak
Memutar, mencari setengah dari jiwanya

7 Jun 2012

Muhasabah

Hari masih gelap, bulanpun belum lagi meninggalkan tahtanya
Namun fajar telah tampak, menyiratkan harapan pasti bagi para pencari rezeki
Aah, lama sekali aku tak mendengar panggilan fajar
Asyik berhangat-hangat dengan selimut tebal
Terbuai dalam gulungan mimpi yang seringkali menyudutkan

7 Feb 2012

Syukur

Dan Engkau pun berkehendak,
Mengucur nikmat yang takut-takut kuharap

Bila Engkau inginkan ya Rabb,,
Kan kujalani dengan syukur
Karena detik yang berlalu adalah milikmu
Tak ada hak aku menolak

Bismillah,, menuju tapak awal pengabdian
Semoga ikhlas mengiringi,
kemudahan mendampingi
Hingga akhirnya terlahir peradaban indah
sebelum dan setelah aku menutup mata.

-Dalam renung syukur kelulusan S1-

29 Jan 2012

Malam

Malam,,,
Malam ini lebih sepi
Berteman ketukan tombol keyboard dan sesekali bunyi 'tuing'
Sebuah pesan masuk lewat jejaring sosial

Meski tak seharusnya kuhabiskan malam bermanja internet,
Sementara esok harus menghadapi ujian kelulusan,
Fiuh, selalu ada getar resah setiap mengingatnya

Malam,,,
Benar-benar sepi
Entah berapa kepala yang terpaksa tinggal saat yang lain menikmati liburan
Dan aku, menjadi pelaku kegelisahan

Saat seperti ini,
Aku teringat malam-malam mabit bersama saudara sedakwah
Malam penuh kasih dan persaudaraan
Menahan kantuk di sela-sela materi
Malam penuh canda, munajat dan semua yang mendamaikan

Malam,,,
Selalu menyimpan rindu padaNya
Lewat doa, tasbih, tahlil, takbir, tahmid
Karena sunyi menjadi perantara terbaik doa padaNya.

10 Nov 2011

Sajak Mahligai Syurga




Alangah indah Engkau mencipta mereka ya Rabb,,
Bagai bunga mekar di musim semi
Segar, kuat, cantik
Siapapun yang memandang pasti merasakan desir di hatinya

Andai tak Engkau jaga mereka ya Rabb,,
Pastilah tak ada sinar kehormatan yang memancar
Tak ada wajah teduh yang mendamaikan
Tak ada lembut yang menguatkan

Betapa menyentuh pribadi mereka ya Rabb,,
Tersenyum dalam getir
Menangis dalam munajat
Tegar dan sabar dalam ujian

Mereka yang tak pernah ingin melanggar batas syari’atMu
Yang senantiasa patuh perintahMu
Menahan pandangan, menghijab hati, menjaga kehormatan

Lindungi mereka ya Rabb,,
Agar sinarnya tetap terang hingga meniti jalan surgaMu.
Amiin,,,

28 Okt 2011

Senandung Lirih untuk Anakku

     Puisi ini aku buat untuk seseorang yang secara tidak sengaja menjadi anakku. Entah sejak kapan, mengapa dan bagaimana tiba-tiba status kami adalah ibu dan anak. Hehe,,, Saat ini dia tengah menjalankan amanah sebagai SC Pengkaderan di jurusanku. Pada saat bersamaan dia juga menjabat sebagai sekjen Ibnu Muqlah, kajian keislaman jurusan Matematika. Menjalankan amanah di dua lini yang bertolak belakang memang tidak mudah, dan aku rasa hal itu membuat dia sedikit gamang. Yang aneh, seperti benar-benar menjadi ibu, aku merasakan kegalauan yang dia rasakan. Karena itu puisi ini kutulis untuk sekedar membuatnya kembali termotivasi dan semangat dalam perjuangannya,,,

10 Jul 2011

Mengadu pada Senja

Senja,,, katakan padaku jika degradasimu didominasi abu-abu
Biar kubergegas menyambut mega merah
Menatap dalam pada perubahan aura langit
Menyampaikan harapku untuk esok yang lebih cerah