8 Feb 2016
Posts by : Admin
Ketika Hati Mengucap Syukur
Manusia, begitu mudah mereka menghakimi diri sendiri sebagai orang yang malang, tidak beruntung, menderita. Yah, karena hal negatif memang lebih mudah terlihat daripada hal-hal positif. Sedikit sakit lebih terasa dibanding kesehatan yang melimpah. Sedikit kegagalan lebih menghantui dibanding banyaknya keberhasilan.
Pagi menjelang siang, aku duduk di kamar kos, sendiri, menatap langit cerah berawan melalui jendela kaca. Bete, hari ini hari libur dan aku tidak punya rencana liburan apapun. Teman sekos pergi. Maka tinggallah aku dipenjara dinding-dinding kamar kos. Beberapa menit mencoba membuka-buka diktat kuliah, but I dont have any mood to read those strange syimbols. Akhirnya aku memilih berkutat dengan tab di tangan. Menyapa beberapa orang di grup WA, hingga aku mengingat seseorang. Salah satu sahabat, bisa dibilang kakak, yang dulu sering menghabiskan waktu bersama semasa S1.
25 Jan 2016
Posts by : Admin
Keseimbangan
Maka, pada dasarnya kepercayaan diri bisa ditumbuhkan dengan menata mindset. Dimana kita dengan bebas membuat tolok ukur sifat tertentu. Orang boleh saja melihat kita sebagai orang yang gagal, tapi kita bebas menilai apakah kita benar-benar gagal atau justru ada keberhasilan yang tak kasat mata? Orang boleh saja mengatakan kita miskin, bodoh, jelek, tapi kita selalu bisa mencari pembelaan atas tuduhan itu. Mari kita lihat suatu kasus berikut.
20 Jan 2016
Posts by : Admin
Semua akan Indah pada Akhirnya (2)
Melanjutkan tulisanku sebelumnya tentang bagaimana rencana Allah begitu indah. Hikmah yang terungkap tiga tahun setelah sebuah kegagalan mencapai mimpi. Kali ini aku akan melanjutkan cerita itu, dimana hikmah yang sama terjadi di balik tertundanya sebuah mimpi.
Sebagai penerima beasiswa Departemen Agama, aku dibebaskan dari segala bentuk biaya pendidikan ditambah dengan biaya hidup yang cukup besar dibanding beasiswa lainnnya. Bukan hanya itu, kami juga dibebaskan meminta dana kegiatan yang diadakan oleh organisasi penenrima beasiswa Depag. Setahun sekali, kami diberangkatkan ke berbagai daerah untuk melaksanakan pengabdian sekaligus bertemu dengan penerima beasiswa Depag dari seluruh Indonesia. Hari-hari menjadi mahasiswa begitu menyenangkan. Aku bisa belajar dengan tenang tanpa dibebani tanggungjawab finansial sebagaimana teman-temanku yang lain. Tapi itu semua tidak gratis. Kami memiliki kewajiban untuk melakukan pengabdian di pesantren asal selama kurun waktu tiga tahun setelah lulus S1.
18 Jan 2016
Posts by : Admin
Semua akan Indah pada Akhirnya (1)
Selalu, kehidupan dipenuhi misteri yang hanya diketahui Sang Pencipta. Maka tidak selayaknya seorang manusia mengutuk takdir yang terjadi pada dirinya hanya karena tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yah, banyak yang mengatakan selalu ada hikmah dalam setiap kejadian. Dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi, yang menetapkan setiap takdir manusia. Dialah penulis skenario terbaik bagi hambaNya. Maka kewajiban kitalah sebagai hamba untuk percaya akan ketetapanNya.
Beberapa kali aku menyesali takdir yang terjadi dalam hidupku. Ketika mimpiku ditenggelamkan dalam kondisi yang tak bisa kuhindari. Aku jatuh, kecewa, meski masih berusaha sekuat tenaga meyakini bahwa akan ada pagi setelah malam, ada terang setelah gelap, ada kemudahan bersama kesulitan. Dan benar, Allah dengan kuasaNya membalas tiap airmata yang kuteteskan, mengijabah tiap doa yang kupanjatkan. Skenario indah menghampiriku dengan anggun dan menyibak keresahan dalam hati.
2 Des 2015
Posts by : Admin
Senyum Hijau dari Sebatang
Apa ini yang kau sebut kasih sayang? ketika jarak tak lagi jadi
penghalang...
Apa ini yang kau sebut persaudaraan? ketika jauhmu mendekatkan, dekatmu
mendamaikan...
Bertemu, berkumpul, menghabiskan
waktu bersama untuk kegiatan formal maupun non formal bukan hal baru lagi bagi
angkatan PK 43 LPDP RI yang dikenal dengan sebutan Jivakalpa. Kegiatan kopi
darat (kopdar) yang merupakan salah satu tugas pra PK (Persiapan Keberangkatan)
menjadi agenda rutin yang mempertemukan para awardee beasiswa LPDP RI dari daerah yang sama. Dalam beberapa
kesempatan, kopdar bahkan dilakukan bersama awardee
dari luar daerah. Kopdar menjadi sarana yang paling efektif untuk menyatukan
pemikiran, tujuan dan tentu saja hati. Para awardee
menjadi lebih dekat satu sama lain,
bahkan ada yang “terlalu” dekat. Bagi beberapa orang kopdar menjadi momen yang
pas untuk menghilangkan kepenatan di sela-sela aktivitas harian dan deadline
tugas pra PK. Mungkin itu sebabnya kopdar menjadi salah satu aktifitas yang
dirindukan, bahkan setelah PK berlangsung. Hal ini terjadi juga pada anggota
Jivakalpa. Ikatan hati yang terjalin selama pra PK dan PK rupanya cukup kuat
untuk menumbuhkan rindu yang menggerakkan kaki kami menuju kota gudeg, Jogja.
2 Nov 2015
Posts by : Admin
LabKomku
Tidak ada yang penting untuk ditulis hari ini. Tapi,, membuka kembali tulisan-tulisan lama membuatku ingin menulis beberapa potong kalimat. Yah, biar kuceritakan saja tentang lab komputer di gedung baruku. Gedung baruku?? hahaha,, gaya banget. Ceritanya gedung jurusan matematika baru pindah ke gedung baru. Gedung 6 lantai yang sebenarnya pembangunannya belum beres.
langsung aja lah,, ini tempat favoritku. Ruang lab komputer di lantai 5. Ruangan ini dikelilingi jendela kaca memanjang dari atas ke bawah di dua sisinya. Dari sini, kita bisa melihat pemandangan yang luar biasa indah. Jajaran gunung dan bukit dengan rumah-rumah dan pohon mungil. Pagi hari, kita bisa melihat semua itu dengan lebih jelas. Ketika lelah dengan setumpuk tugas, aku memilih untuk duduk di belakang. Sebuah tempat strategis yang menghadap langsung jendela kaca. Menikmati pemandangan indah di luar sana membuat syaraf-syaraf tegang di otakku sedikit mengendur. hahahha macam faham masalah otak saja. Entahlah, tapi aku merasa lebih rileks. Dan seperti biasa, alam selalu memberikan ketenangan, setidaknya untukku. Dan hijau adalah warna surga,,. ah, mulai ngelantur.
Intinyaaaaaaa,,, ini tempat yang cocok untuk orang yang gampang galau sepertikuu,, hahaha
selesai
14 Okt 2015
Posts by : Admin
Surat Cinta untuk Papeda

My Sunshine, Papeda...
Hari ini aku termenung, terpenjara dalam rindu ingin bertemu
Bila kusibak kembali tirai memori, kusadari kalian sungguh berarti
Tiga bulan lebih menemani pagi, siang, dan malamku
Menggangguku dengan obrolan mayamu
Kadang aku merasa asing, kadang aku merasa kalian tak cukup penting
Langganan:
Postingan (Atom)





