30 Okt 2011

Bintang untuk Ulul

Ulul menatap langit malam melalui balkon rumahnya. Bocah perempuan berusia hampir delapan tahun itu senang sekali melihat bintang, menghitung dan menggabungkannya menjadi aneka benda dalam imajinasinya. Bunda mengajarkan kebiasaan itu sejak kecil.
“Kalau Ulul rindu ayah, keluarlah pada malam hari. Lihat bintang-bintang  yang menghiasi langit. Bintang-bintang itu jauh, tidak bisa disentuh tapi kita bisa melihat cahayanya, merasakan keberadaannya. Begitu juga dengan ayah. Dia jauh, tapi dia tidak akan pernah meninggalkan kita, seperti bintang yang terus memancarkan sinarnya.”

28 Okt 2011

Senandung Lirih untuk Anakku

     Puisi ini aku buat untuk seseorang yang secara tidak sengaja menjadi anakku. Entah sejak kapan, mengapa dan bagaimana tiba-tiba status kami adalah ibu dan anak. Hehe,,, Saat ini dia tengah menjalankan amanah sebagai SC Pengkaderan di jurusanku. Pada saat bersamaan dia juga menjabat sebagai sekjen Ibnu Muqlah, kajian keislaman jurusan Matematika. Menjalankan amanah di dua lini yang bertolak belakang memang tidak mudah, dan aku rasa hal itu membuat dia sedikit gamang. Yang aneh, seperti benar-benar menjadi ibu, aku merasakan kegalauan yang dia rasakan. Karena itu puisi ini kutulis untuk sekedar membuatnya kembali termotivasi dan semangat dalam perjuangannya,,,

16 Okt 2011

Susahnya Berlaku Jujur



     Kejujuran, satu kata yang sederhana namun terkadang sulit diwujudkan. Jujur memaksa kita untuk berkata, bersikap dan berpikir sesuai kondisi yang sebenarnya. Apa susahnya? entahlah, tapi aku sendiri merasakan jujur tidak selamanya mudah dilakukan. Terlebih jika kejujuran itu menghambat keinginan kita, jika jujur itu merusak nama baik kita, jika jujur itu membuat orang membenci kita, jika jujur itu menghancurkan mimpi, merusak nilai ujian, membuat kita gagal.
     Sebuah pengalaman yang membuatku ragu untuk terus jujur.

28 Sep 2011

Didamprat Kajur Reek,,,

Hari ini hebat,,, untuk pertama kalinya didamprat habis-habisan ma Kajur. Setelah bertahun-tahun hanya mendengar curhatan teman-teman yang langganan dimarahi beliau, akhirnya hari ini aku merasakannya sendiri. Masalah kecil. Aku hanya tanya kelanjutan beasiswa fastrack yang aku ikuti beberapa minggu lalu. Aku tahu kalau beliau suka mempermasalahkan hal-hal kecil, hobi mendamprat mahasiswa, jangankan mahasiswa, dosen ja gak da yang betah. Tapi aku mengira kalau aku menggunakan bahasa yang sangat sopan, meletakkan beliau sebagai orang yang aku hormati semua akan berjalan lancar. Ternyata perkiraanku salah.

25 Sep 2011

Pengen,,,,

Toga wisuda,,, kapankah engkau berkenan kupakai??

Japan,,, miss u,,,

Suatu hari akan kesana, InsyaAllah,,,



Mau Sukses? Pergilah,,,

Fiuh,,, lama gak nulis something di blog ini. Sok sibuk ngurusin ini itu ampe gak sempet berbagi cerita,,, oke, now I'll tell you something,,,

Kemarin aku join acara reuni alumni pondokQ. Bukan acara besar sih, coz just for alumni yang lagi berdomisili di Surabaya. Lumayan, ada adek2 yang baru masuk dunia perkuliahan, teman2 seperGJan, kakak2 yang dah bingung cari kerjaan mpe bapak2, ibu2 n eyang2 yang dah hidup nyaman. Acaranya simpel. Datang, sambutan, bagi2 cerita dari para senior, makan2 trus pulang. Tapi ada beberapa pelajaran ynag bisa aku ambil hari itu. Diantaranya statement senior yang menirukan nasehat pak kyai Nadjih, pemangku pondokQ.